Latest Entries »

Pertemuan ke-3

Pertemuan MGMP P2K Banyuwnngi ke-3 dilaksakan hari rabu tanggal 10 Agustus 2016 bertempat di SMK Negeri Wongsorejo. Pembukaan dihadiri oleh Kepala Sekolah SMKN Wongsorejo sekaligus membuka kegiatan.

Materi yang di bahas pada pertemuan kali ini yaitu :

  1. Evaluasi dan tindak lanjut dari petemuan sebelumnya yaitu tentang Koordinator tiap-tiap Paket Keahlian di masing-masing sekolah. Sekolah yang tergabung dalam MGMP yaitu SMKN 1 Glagah, SMKN Kalibaru, SMKN Darul Ulum Muncar, SMKN 1 Wongsorejo, SMKN Kalipuro, SMKN 2 Tegalsari. Selain itu tentang pelaksanan petemuan ke – 4 tahun 2016 tentang materi dan tepat (di SMKN 1 Glagah) serta pendanaan MGMP.
  2. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Mengenal lebih jauh tentang LSP untuk mengantisipasi persaingan di dunia kerja bagi lulusan SMK dikarenakan adanya program MEA di Asia Tenggara. Untuk itulah SMK dituntut untuk mengikuti perkembangan salah satunya dengan mendirikan LSP.
  3. Kurikulum 2013 Revisi. Tahun Pelajaran 2016/2017 ini telah ditetapkan SMK-SMK baru yang menggunakan kurikulum 2013 (masih kelas X), selain itu terdapat revisi pada kurikulum 2013 yang mencakup keselarasan KI-KD dengan silabus dan buku, Penilaian sikap dan spiritual pada pendidikan agama dan PPKN dan penilaian.

Berkat Rahmat Allah S.W.T, keramahan tuan rumah, kepala sekolah SMKN Wongsorejo, Ketua MKKS dan partisipasi pengurus dan anggota MGMP Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana dan berjalan lancar. Mudah-mudahan kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih baik dan mampu meningkatkan kualitas guru-guru yang tergabung dalam MGMP sehingga pelayanan terhadap siswa lebih prima.

Banyuwangi, 14 Agustus 2016

Program Kerja dan KTI

mgmp tegalsari1

Pertemuan ke-2 MGMP Produktif P2K SMK Kabupaten Banyuwangi dilaksanakan hari Rabu tanggal 20 April 2016 di SMK Negeri 2 Tegalsari. SMK Negeri 2 Tegalsari merupakan SMK di Kabupaten Banyuwangi yang baru berdiri satu tahun dan baru mempunyai siswa satu angkatan.

Pada pertemuan kali ini materi yang disampaikan yaitu tentang sosialisasi Program Kerja MGMP tahun 2016 dan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Program kerja merupakan kegiatan MGMP selama satu tahun. Dalam satu tahun rencananya akan dilaksanakan 4 kegiatan dimana dua kegitatan sudah dilaksanakan.

Program-program tersebut yaitu kegiatan pertama penyusunan pengurus baru periode tahun 2016-2018, kegiatan kedua tentang sosialisasi program kerja dan Karya Tulis Ilmiah (KTI), kegiatan ketiga berupa evaluasi dan tindak lanjut kegiatan MGMP dan pengenalan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan terakhir kegiatan keempat yaitu tentang evaluasi dan tindak lanut kegitan MGMP dan Diklat pembuatan / modifikasi alat peraga/praktek. Keempat program tersebut kami harapkan dapat menjadi langkah awal dalam berkembangnya MGMP Produktif P2K Kabupaten Banyuwangi.

Sedangkan materi yang kedua yaitu tentang Karya Tulis Ilmiah. Materi ini sangat diperlukan oleh anggota MGMP karena salah satu kegiatan yang mendukung Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). KTI diharapkan membuat guru mampu mengembangkan kemampuan menulisnya baik untuk pengembangan pengetahuan maupun untuk meningkatkan jenjang karir.

Alhamdulillah kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar. Semoga kegiatan-kegiatan berikutnya bisa lebih baik. Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada ketua MKKS SMK dan Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Tegalsari yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Banyuwangi, 20 April 2016

 

 

Alhamdulillah UN 2016 sudah terlewati, memulai dengan ujian nasional berbasis komputer memang luar biasa. Ketika dicanangkan UN berbasis komputer rasanya seperti diluar kemampuan. Sesuatu yang baru dan berubah dari kebiasaan membutuhkan semangat dan tekad yang kuat, selain kerjasama dan dukungan penuh dari seluruh warga sekolah.

Sekali lagi UN 2016 terlewati dengan segala senyum pahit dan manis, tetapi menjadi sesuatu banget. Ternyata dalam pelaksanaannya UN berbasis komputer tidak terlalu ribet dibanding dengan berbasis kertas. Pengawas lebih mudah dan tidak perlu takut ada kerusakan dari ljk siswa. Tapi memang waktu yang dibutuhkan lebih panjang, karena satu mata pelajaran dibagi dalam 3 sesi.

Yup, perubahan kadang membawa kesenangan atau kegetiran, tapi tanpa perubahan hanya kemonotonan yang berakibat penurunan kualitas.

Hanya Allah SWT yang Maha Kuasa atas kehendak Nya lah semua dapat terlaksana….

19 April 2016

Pertemuan Awal

foto mgmp 1.jpgTanggal 12 Pebruari 2016, MGMP P2K SMK Kabupaten Banyuwangi mengadakan pertemuan awal untuk menentukan kepengurusan MGMP yang berikutnya. Setelah pembentukan MGMP tahun 2011 maka tahun 2016 dianggap perlu adanya perombakan kepengurusan guna adanya penyegaran.

Pertemuan awal ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Glagah tepatnya di kampus 2, yang diwakili oleh perwakilan dari 3 sekolah yaitu SMK Negeri 1 Glagah, SMK Negeri Kalibaru dan SMK Negeri 2 Tegalsari

Adapun susunan pengurus untuk periode 2016 yaitu :

pengurus mgmp

Mudah-mudahan MGMP yang ada ini bisa bermanfaat, menjadi ajang silaturahmi dan pengembangan diri guru-guru produktif yang tergabung, hingga bisa membawa kebaikan bagi anak didik kita. Amin

24 Pebruari 2016

Mengapa Kita Butuh MGMP ?

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), suatu kalimat yang selalu didengungkan selama ini untuk dilaksanakan oleh guru. Kadang hanya sebatas keharusan atau keikutsertaan saja, padahal banyak hal yang didapat dari kumpulan tersebut.

Kita sebagai manusia adalah mahluk sosial dan itu tertuang juga dalam satu dari 14 kompetensi guru yang dinilai dalam PKG. Berkumpul dengan teman-teman seprofesi dan membicarakan hal-hal yang setiap hari kita lakukan akan menyenangkan. Informasi yang baru untuk memecahkan masalah bisa kita dapatkan dengan sharing sesama guru dari tempat yang berbeda. Bertukar informasi dan bersilaturahmi bisa kita dapat dari kegian ini, dua hal yang sederhana tapi kadang mahal untuk kita dapat.

Pada penilaian kinerja guru setiap guru diharapkan terus mengembangkan diri untuk menjaga keprofesionalannya sesuai dengan tuntutan jaman maupun kebutuhan sekolah. Salah satu item dari hal tersebut adalah MGMP. Tentu saja saja satu hal yang diharapkan dari MGMP ini adalah angka kredit bagi guru PNS untuk kenaikan pangkat. Walau nilai yang didapat dari setiap pertemuan hanya 0,15  akan tetapi bila dilakukan rutin bisa menambah angka kredit.

Pengembangan diri untuk guru selain melakukan MGMP adalah mengikuti diklat. Seperti kita ketahui untuk mengikuti diklat tidak begitu mudah. Mengikuti diklat yang diadakan pemerintah kuotanya terbatas, kemungkinan dipanggil mengikuti diklat sangat kecil dan kadang butuh bertahun-tahun untuk diundang. Sedangkan kalau mengadakan sendiri butuh dukungan dari sekolah karena menghadirkan pemateri yang berkualitas butuh pendanaan yang cukup. Maka keberadaan MGMP sangat penting.

Berbagi ilmu dan informasi untuk memecahkan masalah merupakan bagian dari kita sebagai mahluk sosial. Bekerjasama dan bersatu akan membuat kita lebih kuat untuk menghadapi tuntutan jaman yang semakin tinggi.

Banyuwangi, 14 Pebruari 2016

 

Permendikbud 53 Tahun 2015

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendikbud tersebut memuat tentang Panduan Penilaian Pada Sekolah Menengah Kejuruan.

Hal mendasar yang berbeda antara permendikbud no 53 tahun 2015 dengan Permendikbud 104 tahun 2014 adalah jenjang penilaian. Untuk permendikbud no. 104 tahun 2014 penilaian dengan skala 1,00 – 4,00 sedangkan permendikbud no. 53 tahun 2015 penilaian dengan skala 0 – 100 (kembali seperti tahun-tahun sebelumnya/KTSP 2006).

Konversi nilai yang sebelumnya skla 1,00 – 4,00 ke skala 0 – 100 dapat menggunakan rumus (x/4)*100. Konversi ini berguna salah satunya untuk siswa kelas XII yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, dengan persyaratan nilai rapor menggunakan skala 0 – 100 yang sebelumnya menggunakan skala 1 – 4 (kurikulum 2013).

Masih banyak hal yang dapat digali dari permendikbud tersebut, mungkin di lain waktu kita bisa menelaahnya kembali. Terimakasih

Banyuwangi, 8 Pebruari 2016

Permen 104 Tahun 2014

Permen no 104 tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menggantikan Permen no 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian.

Salah satu hal yang mendasar yaitu tentang ketuntasan belajar. Ketuntasan dalam tingkat satuan pendidikan adalah keberhasilan peserta didik menguasai kompetensi seluruh mata pelajaran dalam suatu satuan pendidikan untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

Nilai ketuntasan kompetensi pengetahuan  dan keterampilan dituangkan dalam bentuk angka dan huruf, yakni 4,00 – 1,00 untuk angka yang ekuivalen dengan huruf A sampai dengan D sebagaimana tertera pada tabel berikut :

NILAI KETUNTASAN
PENGETAHUAN DAN KETERAMPLIAN
RENTANG ANGKA HURUF
3.85 4.00 A
3.51 3.84 A –
3.18 3.50 B +
2.85 3.17 B
2.51 2.84 B –
2.18 2.50 C +
1.85 2.17 C
1.51 1.84 C –
1.18 1.50 D +
1.00 1.17 D

Nilai akhir yang diperoleh untuk ranah sikap diambil dari nilai modus (nilai yang terbanyak muncul). Nilai akhir untuk rahah pengetahuan diambil dari nilai rerata dan nilai akhir untuk ranah keterampilan diambil dari nilai optimal (nilai optimal yang dicapai).

Demikian sebagaian hal yang terdapat dalam permen no. 104 tahun 2014, mudah-mudahan nanti bisa kita perdalam dan tampilkan lagi dalam bahasan selanjutnya.

STRUKTUR KURIKULUM

MATA PELAJARAN SMK BIDANG KEAHLIAN PERIKANAN DAN KELAUATAN

BIDANG KEAHLIAN              :  PERIKANAN DAN KELAUTAN

PROGRAM STUDI KEAHLIAN      :  TEKNOLOGI BUDIDAYA PERAIRAN

PAKET KEAHLIAN PILIHAN        :  BUDIDAYA IKAN

MATA PELAJARAN                                                                           

Kelompok A (Wajib)                    

1       Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

2       Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

3       Bahasa Indonesia

4       Matematika

5       Sejarah Indonesia

6       Bahasa Inggris

Kelompok B (Wajib)                     

7       Seni Budaya

8       Prakarya dan Kewirausahaan

9       Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

Kelompok C (Peminatan)           

C1.      Dasar Bidang Keahlian

10     Fisika

11     Kimia

12     Biologi

C2.      Dasar Program Keahlian

13     Dasar-Dasar Budidaya Perairan

14     Pengelolaan Kualitas Air

15     Kesehatan Biota Air

16     Produksi Pakan Alami

17     Produksi Pakan Buatan

18     Simulasi Digital

C3.      Paket Keahlian : Budidaya Ikan

19     Teknik Pembenihan Ikan

20     Teknik Pembesaran Ikan

21     Teknik Pemanenan Ikan dan Pasca Panen

 

Akhirnya… setelah menunggu setahun gembar gembor kurikulum 2013 maka tahun pelajaran 2014 – 2015 kelas X dan XI harus menerapkan kurikulum ini.
Sebenarnya kurikulum apapun yang diterapkan tentu hal tersebut akan bermanfaat buat siswa-siswi kita untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. Harapannya dengan kurikulum ini pembelajaran akan lebih efektif dan efisien dan berdampak secara optimal.
Walaupun perangkatnya belum komplit yang penting “Bismillah dan Semangat”

Kelulusan K2

Selamat bagi teman-teman guru yang lulus CPNS K2, semoga menjadi pendidik yang lebih baik….
Bagi yang belum lulus masih ada kesempatan, semoga berikutnya bisa mendapat yang diharapkan.
Mari kita songsong masa depan yang lebih baik…